Apakah sudah bahagia? Ternyata tidak. Malah saya merasa kurang, dan ingin lebih lagi dan lagi, bertekad untuk mengejar SUV impian saya, yaitu palisade : D
Memang bener manusia itu kalau di beri satu gunung emas, dia akan minta gunung emas lainnya. Sumpah orang melihat, kayanya hidup saya enak banget, beda dari mereka, padahal mereka tidak tahu saya stress setiap hari wkwk, memastikan omset perusahaan stabil dan lain lain wkwk. Kalau gen z sekarang mungkin kalau overthinking, kalau gak masalah masa depan paling masalah cinta. Nah kalau saya beda overthinking nya ini agak susah di jelaskan intinya, saya ingin ini ingin itu, dan memikirkan bagaimana cara memperolehnya. Tapi yang pasti halal ya guys.
Kilas balik mengapa saya bisa merasa Hampa terasa hidupku tanpa dirimu. Kedengarannya seperti lagu yang dibawakan oleh Ari Lasso ya : D
Yap pertama kali saya mendengar lagu ini dari Spotify, tapi kok semakin lama, maknanya semakin deep buat saya, seperti ini liriknya pada paragraf pertama
Kupejamkan mata ini
Mencoba tuk melupakan
Segala kenangan indah tentang dirimu
Tentang mimpiku
Posisi saya waktu itu adalah mahasiswa semester 6 di salah satu universitas swasta di Jakarta, tau sendiri lah menyandang gelar mahasiswa itu berat bagi saya, serius. Bahkan orang orang sekitar saya bilang udah kuliah mah buat ambil gelar doang, tapi bagi saya itu amanah dan pertanggungjawabannya berat. Belum lagi dibilang alah kuliah kalau ujung ujungnya tetap nyari kerja dan mulailah di banding-bandingkan dengan biasa lah :D
Di semester itu saya langsung gas aja, untuk bekerja , toh waktu itu saya kuliah juga online karena covid, akhirnya Alhamdulillah akhirnya saya bekerja sebagai full stack developer. Tapi kok makin lama saya bekerja saya merasa stuk begitu dan bosan gitu, akhirnya mulailah saya mencoba bangun side hustle berupa perusahaan IT Consultant, ya sekaligus buat bukti aja sih ke mereka bahwa saya juga bisa loh bangun perusahaan, seiring waktu perusahaan berkembang, cashflow signifikan, hire dev, Dan build team dan bisa beli yang di gambar atas, alhamdullilah, sampai tiba di suatu waktu kayanya saya sudah terlalu jauh deh? Maksudnya
Karena sakin sibuknya, saya lupa kalau saya masih kuliah wkwk. Di situlah kok saya merasa hidup mulai agak kacau, cashflow perusahaan tidak sebaik dulu dan ada aja masalah, rupanya mari kita bahas lirik selanjutnya.
Semakin aku mencoba
Bayangmu semakin nyata
Merasuk hingga ke jiwa
Tuhan tolonglah diriku
Karena cashflow perusahaan tidak baik baik saja. Akhirnya saya pending dan mencoba switch bisnis model dari IT Consultant ke IT Education. Tapi ya gitu, sesuai dengan lirik tersebut, "semakin aku mencoba" hingga akhirnya saya menyadari ternyata saya sudah jauh dari Nya. Bagaimana tidak? Pulang kantor jam 18.30 sampai kosan saya harus buat side hustle bisnis model baru, begitu seterusnya sampai tahap kok hidup hampa banget ya.
Entah dimana dirimu berada
Hampa terasa hidupku tanpa dirimu
Apakah disana kau rindukan aku
Seperti diriku yang selalu merindukanmu
Selalu merindukanmu
Itulah saya, merasa hampa, hilang arah, tujuan, motivasi dan ternyata saya jauh dari Nya, hingga suatu hari saya mendengar podcast. Beliau ini mirip mirip sama saya lah cerita hidupnya, beliau menasehati saya tolong ubah perspektif terhadap dunia, memang harta tidak di bawa mati. Tapi dengan harta kita bisa mendapat pahala jariyah. Sebagai contoh membuat jalan, waqaf dan lain-lain. Kemudian beliau menyuruh saya untuk mencoba membaca kisah hidup dari perjuangan Rasulullah.
Dari sana saya menangis, for first time, serius bener bener waktu itu saya bersedih dan bercucuran air mata. Kemudian entah dari mana waktu itu. Ketika saya lagi bengong. Terbesit di pikiran sebuah kalimat
Aku tidak takut dan khawatir dengan masa depanku, tapi yang aku takutkan dan khawatirkan apakah nanti Rasullulah ﷺ mau menerima aku sebagai bagian dari umatnya?
Disitulah saya mulai menjadi jadi, berlarut dalam kesedihan, kehampaan, bahkan setiap kali nama agung itu di ucapkan oleh siapapun, saya bisa saja tiba tiba menangis.
Hingga sampai tulisan ini dipublikasikan saya terus mencoba untuk memperbaiki raga ini yang sudah jauh dari Nya dan mencoba mengikuti suri tauladan terbaik di alam semesta yaitu Rasulullah
ﷺ
Doakan saya agar selalu bisa Istiqomah dan senantiasa berada di jalan yang di ridhoi oleh-Nya
إرسال تعليق